Woiwnews.com – Pembangunan Stasiun Jakarta International Stadium (JIS) memasuki tahap akhir dan ditargetkan mulai melayani penumpang pada Juni 2026. Kehadiran stasiun ini diharapkan memperkuat konektivitas transportasi publik di kawasan utara Jakarta, khususnya untuk rute KRL Tanjung Priok–Jakarta Kota.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa progres pembangunan Stasiun JIS berjalan sesuai rencana. Perseroan menargetkan penyelesaian fisik konstruksi rampung pada Mei 2026. Setelah itu, tahapan pengujian dan persiapan operasional akan dilakukan sebelum resmi dibuka untuk publik.
Keberadaan Stasiun JIS dinilai strategis karena terletak di kawasan olahraga berskala internasional sekaligus wilayah permukiman yang terus berkembang. Dengan akses langsung ke jaringan KRL, masyarakat akan lebih mudah menjangkau area stadion tanpa bergantung pada kendaraan pribadi. Kondisi ini diproyeksikan berdampak positif terhadap pengurangan kepadatan lalu lintas di sekitarnya.
Selain itu, operasional stasiun baru ini menjadi bagian dari upaya peningkatan layanan transportasi berbasis rel di wilayah Jakarta dan sekitarnya. KAI melalui anak usahanya, KAI Commuter, terus memperluas jangkauan layanan untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat yang kian meningkat.
Perusahaan juga menekankan bahwa pengembangan Stasiun JIS merupakan hasil kerja sama lintas sektor. Proyek ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam mempercepat penyediaan infrastruktur transportasi yang terintegrasi.
Di sisi lain, peningkatan fasilitas di lintas utara juga menjadi perhatian utama. Jalur Tanjung Priok–Jakarta Kota yang akan dilayani oleh Stasiun JIS menunjukkan tren pertumbuhan pengguna yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menjadi indikator kuat bahwa kebutuhan terhadap layanan KRL di wilayah tersebut terus meningkat.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah penumpang KRL di lintas Tanjung Priok mengalami kenaikan signifikan sejak 2022. Pada tahun tersebut, volume pengguna tercatat sekitar 1,59 juta orang. Angka ini melonjak menjadi 2,67 juta pada 2023. Tren pertumbuhan berlanjut pada 2024 dengan total penumpang mencapai lebih dari 3,37 juta orang.
Memasuki 2025, jumlah pengguna kembali meningkat menjadi sekitar 3,53 juta orang. Sementara itu, pada periode Januari hingga Maret 2026 saja, jumlah penumpang telah menembus lebih dari 870 ribu orang. Capaian ini menunjukkan bahwa layanan KRL semakin diminati sebagai moda transportasi utama oleh masyarakat.
Peningkatan jumlah pengguna tersebut tidak terlepas dari berbagai perbaikan layanan yang dilakukan secara berkelanjutan. Selain penambahan stasiun baru seperti JIS, optimalisasi jadwal perjalanan dan peningkatan fasilitas penunjang juga berkontribusi terhadap kenyamanan penumpang.
Lebih lanjut, kehadiran Stasiun JIS diharapkan mampu mendukung aktivitas ekonomi dan sosial di kawasan sekitarnya. Akses transportasi yang lebih mudah akan membuka peluang bagi pertumbuhan sektor usaha, terutama di bidang perdagangan dan jasa. Di sisi lain, masyarakat juga akan merasakan manfaat dari efisiensi waktu tempuh perjalanan.
Pengoperasian stasiun ini juga diproyeksikan menjadi bagian dari solusi jangka panjang dalam mengatasi kemacetan di ibu kota. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang beralih ke transportasi publik, beban jalan raya diharapkan dapat berkurang secara bertahap.
KAI menilai bahwa tren positif penggunaan KRL merupakan sinyal kuat perubahan perilaku masyarakat dalam memilih moda transportasi. Kereta api kini semakin menjadi pilihan utama karena dinilai lebih efisien, terjangkau, dan ramah lingkungan dibandingkan kendaraan pribadi.
Seiring dengan itu, perusahaan terus mendorong pengembangan infrastruktur dan layanan berbasis rel di berbagai wilayah. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam membangun sistem transportasi publik yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Dengan target operasional pada pertengahan 2026, Stasiun JIS diharapkan dapat segera memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadirannya tidak hanya memperluas akses transportasi, tetapi juga memperkuat peran KRL sebagai tulang punggung mobilitas warga di kawasan perkotaan.














