Woiwnews.com – Durasi puasa di berbagai belahan dunia tidak selalu sama. Jika di Indonesia umat Muslim menjalankan ibadah puasa sekitar 13 jam, kondisi berbeda terjadi di Greenland. Wilayah yang terletak di antara Samudra Arktik dan Samudra Atlantik tersebut memiliki durasi puasa yang bisa mencapai 21 jam. Fenomena ini dipengaruhi oleh posisi geografis Greenland yang berada dekat Lingkar Arktik, sehingga waktu siang berlangsung jauh lebih lama dibandingkan malam hari.
Meski durasi puasa tergolong panjang, kehidupan masyarakat di Greenland tetap berjalan normal. Salah satu faktor yang mendukung adalah keberadaan destinasi wisata alam dan budaya yang menjadi daya tarik tersendiri. Beragam lokasi ini tidak hanya menawarkan pemandangan unik, tetapi juga pengalaman yang jarang ditemukan di negara lain.
Salah satu destinasi yang dikenal adalah Qornok, sebuah kawasan yang dapat dicapai dengan perjalanan perahu sekitar satu jam dari Nuuk, ibu kota Greenland. Dalam perjalanan menuju lokasi, pengunjung biasanya diberi kesempatan untuk memancing di perairan sekitar. Setibanya di Qornok, wisatawan dapat melihat gereja tua bergaya klasik yang di bagian lotengnya terdapat museum kecil berisi berbagai koleksi sejarah lokal.
Selain itu, Prince Christian Sound menjadi jalur air yang populer bagi wisatawan. Jalur ini memisahkan daratan utama Greenland dengan pulau-pulau di Kepulauan Farewell Cape. Wisatawan dapat menikmati pemandangan fjord, pegunungan, serta gletser yang membentang di sepanjang rute pelayaran. Lanskap tersebut menjadi salah satu ikon wisata alam Greenland.
Greenland juga memiliki Northeast Greenland National Park yang dikenal sebagai taman nasional terbesar di dunia. Dengan luas ratusan ribu kilometer persegi, kawasan ini menjadi habitat berbagai satwa khas Arktik, seperti beruang kutub, walrus, dan sapi kesturi. Keberadaan fauna tersebut menjadikan taman nasional ini sebagai kawasan konservasi penting sekaligus tujuan penelitian dan wisata terbatas.
Di sisi lain, Uunartoq menawarkan pengalaman berbeda melalui pemandian air panas alami. Meski dikelilingi pegunungan dan gletser, suhu air di lokasi ini dapat mencapai sekitar 38 derajat Celsius. Kondisi tersebut menjadikan Uunartoq sebagai tempat relaksasi yang unik di tengah iklim dingin Greenland.
Wisata budaya juga dapat ditemukan di Sisimiut Museum. Museum ini terdiri dari bangunan rumah kecil berwarna yang menyimpan artefak sejarah, termasuk peninggalan budaya Saqqaq kuno. Letaknya yang dekat pelabuhan memberikan pemandangan laut yang menambah nilai estetika kawasan tersebut.
Sementara itu, Summit Station dikenal sebagai lokasi bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berkemah di hamparan salju. Melalui tur khusus, pengunjung dapat bermalam di tenda di tengah lingkungan es Greenland, memberikan pengalaman ekstrem yang jarang dijumpai.
Deretan destinasi tersebut menunjukkan bahwa Greenland tidak hanya dikenal karena durasi puasanya yang panjang, tetapi juga karena kekayaan alam dan budayanya yang khas.














