Woiwnews.com – Penyelenggara SEA Games ke-33 dan ASEAN Para Games ke-13 resmi memperkenalkan desain medali yang akan digunakan pada pesta olahraga kawasan tersebut. Peluncuran ini menandai langkah penting menuju persiapan akhir ajang yang akan mempertemukan ribuan atlet dari berbagai negara Asia Tenggara. Desain medali hadir dengan perpaduan khas antara aspek seni Thailand dan semangat kompetisi, sehingga menghadirkan identitas kuat sebagai negara tuan rumah.
Gubernur Otoritas Olahraga Thailand (SAT) Kongsak Yodmanee menjelaskan bahwa desain medali dirancang dengan mempertimbangkan estetika dan ketahanan. Ia menilai unsur visualnya mampu menampilkan karakter Thailand secara halus, sekaligus menggambarkan kebanggaan yang ingin diberikan kepada para peraih prestasi. Kongsak menyebut bahwa medali tersebut diharapkan menjadi simbol kemenangan yang mampu memotivasi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Desain yang diperkenalkan sejalan dengan tema utama SEA Games 2025, yaitu “Play by The Rules”. Tema ini menekankan nilai keadilan, disiplin, serta integritas dalam olahraga. Melalui konsep tersebut, penyelenggara berupaya menanamkan pesan bahwa kompetisi tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada sportivitas dan penghormatan terhadap aturan. Dengan demikian, medali tidak sekadar menjadi hadiah, melainkan representasi nilai-nilai yang dijunjung dalam ajang olahraga akbar ini.
Perancang menggabungkan motif garis-garis tradisional Thailand dengan elemen yang terinspirasi dari arena olahraga. Kombinasi tersebut menghadirkan visual yang memadukan budaya dan dinamika kompetisi modern. Motif tradisional dirancang untuk mencerminkan identitas Thailand, sementara garis-garis bingkai yang menyerupai arena melambangkan kolaborasi negara-negara ASEAN dalam menjalin hubungan regional melalui olahraga. Pendekatan ini membuat medali tampil otentik dan tetap relevan dengan karakter penyelenggaraan.
Material yang digunakan pada medali diklaim memiliki daya tahan tinggi. Lapisan permukaannya terdiri atas emas, perak, dan nikel yang dirancang agar tidak mudah terkelupas. Penyelenggara menegaskan bahwa kualitas medali telah diuji melalui berbagai metode untuk memastikan daya tahannya terhadap benturan dan penggunaan dalam jangka panjang. Komitmen terhadap kualitas menjadi bagian dari upaya menghadirkan ajang olahraga yang memiliki standar profesional.
Medali berdiameter 8,5 cm dengan ketebalan 0,8 cm. Pada sisi depan, terdapat lambang resmi SEA Games 2025, sementara sisi belakang menampilkan lambang Federasi SEA Games dan ukiran yang menunjukkan edisi penyelenggaraan. Latar belakang medali dihiasi pola tenun Thailand yang menggambarkan ikatan persahabatan antarnegara di kawasan Asia Tenggara. Motif tersebut dipilih untuk menonjolkan nilai-nilai konektivitas dan kebersamaan yang menjadi landasan pelaksanaan event olahraga regional.
Lebih jauh, garis-garis yang menghiasi desain dianggap mewakili semangat persatuan dan keberlanjutan dalam komunitas olahraga ASEAN. Elemen visual itu menggarisbawahi peran olahraga dalam menyatukan masyarakat dari berbagai budaya. Melalui simbol tersebut, medali diharapkan mampu menghadirkan makna lebih dalam mengenai hubungan antarnegera serta kebanggaan nasional para atlet.
Kongsak menambahkan bahwa medali yang akan digunakan pada ASEAN Para Games ke-13 di Nakhon Ratchasima pada 20–26 Januari 2026 turut mengadopsi bahasa desain yang sama. Perbedaan hanya terlihat pada lambang dan identitas ajang yang disematkan pada permukaannya. Penyelenggara menegaskan bahwa seluruh medali diproduksi dengan standar ketat untuk memastikan kualitas, ketahanan, dan estetika tetap konsisten.
Peluncuran desain medali ini menandai keseriusan Thailand dalam mempersiapkan dua ajang olahraga besar tersebut. Selain menonjolkan budaya lokal, desain juga menjadi simbol harapan agar ajang ini berlangsung sukses dan mampu memberi inspirasi bagi generasi muda di kawasan ASEAN. Dengan hadirnya desain medali yang mengutamakan nilai seni dan sportivitas, penyelenggara berharap SEA Games 33 dan ASEAN Para Games 13 dapat menjadi momentum yang memperkuat solidaritas regional.













