• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Rabu, April 22, 2026
  • Login
  • Home
No Result
View All Result
woiwnews.com
  • Home
No Result
View All Result
woiwnews.com
No Result
View All Result
Home Life Style

Banyak Anak Menjalani Cuci Darah di RSCM, Ini Penjelasannya

christine natalia by christine natalia
30 Juli 2024
in Life Style
0 0
0
Banyak Anak Menjalani Cuci Darah di RSCM, Ini Penjelasannya

Banyak Anak Menjalani Cuci Darah di RSCM, Ini Penjelasannya

Share on FacebookShare on Twitter

Woiwnews.com – Unggahan di media sosial menyebutkan banyak anak harus menjalani cuci darah di Rumah Sakit dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. Salah satu unggahan tersebut dibagikan melalui akun Twitter, @unmagnetxxx, pada Minggu (21/7/2024). “Asli syok, di RSCM banyak bocil-bocil. Kirain berobat apaan, ternyata pada cuci darah,” tulis akun tersebut.

Cuci darah atau hemodialisis adalah perawatan penyelamatan bagi pasien dengan gagal ginjal kronis, penyakit ginjal, atau fungsi ginjal yang menurun hingga 15 persen. Namun, apakah benar banyak anak menjalani cuci darah di RSCM dan apa penyebabnya?

Dokter Spesialis Anak Konsultan Nefrologi RSCM, Eka Laksmi Hidayati, mengungkapkan bahwa jumlah pasien anak yang menjalani perawatan cuci darah di RSCM tidak mengalami lonjakan. “Memang kalau dilihat angkanya, pasien kita cukup banyak,” ujar Eka dalam siaran langsung akun Instagram @rscm.official, Kamis (25/7/2024).

Eka menjelaskan bahwa RSCM memiliki total 60 anak yang rutin menjalani prosedur dialisis untuk menggantikan fungsi ginjal. Namun, tidak semua anak tersebut menjalani cuci darah. Dari 60 pasien, sebanyak 30 anak harus menjalani cuci darah, sementara yang lain menggunakan dialisis dengan mesin atau hanya kontrol per bulan.

Ia juga menyebutkan bahwa jumlah pasien tersebut cukup banyak karena RSCM menjadi rumah sakit rujukan dari Jakarta dan luar Jawa. “RSCM memiliki banyak pasien anak cuci darah karena menjadi tempat rujukan dari sekitar Jakarta hingga luar Jawa,” jelasnya. RSCM saat ini memiliki delapan mesin cuci darah dan setiap hari melayani 16-20 pasien anak.

Baca juga: 10 Negara dengan Populasi Terbesar di Dunia 2024

Menurut Eka, anak secara umum jarang mengalami gagal ginjal dibandingkan orang dewasa. Namun, ada beberapa penyebab gangguan ginjal pada anak, seperti kelainan bawaan berupa bentuk atau fungsi ginjal yang tidak normal, serta sindrom nefrotik yang membuat ginjal membuang terlalu banyak protein dari darah ke urine. Selain itu, kelainan bentuk ginjal polikistik, di mana ginjal berisi banyak kista, juga dapat menyebabkan gagal ginjal pada anak.

Anak yang lahir hanya dengan satu ginjal atau ginjal yang berukuran kecil juga berpotensi mengalami gagal ginjal saat dewasa. Selain itu, anak berusia 5-18 tahun sering menjalani cuci darah karena menderita glomerulonefritis (peradangan bagian glomerulus), tidak respons terhadap obat-obatan, dan lupus yang memengaruhi ginjal.

Eka memastikan bahwa banyaknya anak yang mengalami gagal ginjal atau menjalani cuci darah tidak terkait dengan konsumsi obat sirop yang mengandung etilen glikol dan dietilen glikol. “Waktu itu, ada obat yang tercemar zat lain. Cemaran itu sudah diperbaiki, sekarang kontrolnya lebih baik. Saat ini, tidak ada lonjakan sama sekali jadi tidak ada hubungannya dengan obat sirop,” tegasnya.

Eka menjelaskan bahwa anak dengan fungsi ginjal yang belum turun hingga 15 persen belum perlu cuci darah dan akan menjalani terapi terlebih dahulu. Namun, jika fungsi ginjalnya menurun, pasien anak akan menjalani prosedur dialisis berupa hemodialisis atau cuci darah dengan mesin, Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) atau dialisis lewat perut, serta transplantasi ginjal.

Eka menyebutkan bahwa anak dapat menjalani cuci darah karena menderita gagal ginjal kronis atau akut. “Pada pasien gagal ginjal akut, anak bisa kembali normal. Pasien yang sudah menjalani terapi dan cuci darah, saat ini mereka sudah sehat dan tidak perlu menjalani cuci darah,” jelasnya. Gagal ginjal akut merupakan kerusakan ginjal yang terjadi secara tiba-tiba atau cepat, biasanya akibat infeksi atau kehilangan cairan yang cepat, dan dapat disembuhkan hingga normal jika penyebabnya diatasi.

Namun, Eka menambahkan bahwa pasien anak dengan gagal ginjal akut yang tetap perlu menjalani cuci darah dalam jangka panjang. Sebaliknya, pasien anak dengan gagal ginjal kronis yang penyebabnya permanen, seperti kelainan bawaan, harus menjalani prosedur cuci darah atau dialisis lainnya secara rutin. “Pasien gagal ginjal kronis karena kelainan bawaan yang tidak merespons obat atau ginjalnya mengecil tidak bisa lagi kembali normal. Mereka harus rutin menjalani dialisis atau lebih baik lagi perlu transplantasi ginjal untuk memperbaiki kualitas hidupnya,” tutupnya.

Dengan demikian, meskipun jumlah pasien anak yang menjalani cuci darah di RSCM cukup banyak, ini disebabkan oleh peran RSCM sebagai rumah sakit rujukan serta berbagai penyebab medis yang memerlukan perawatan intensif. Upaya untuk mengembangkan perawatan ginjal anak di berbagai provinsi juga tengah dilakukan agar layanan kesehatan dapat lebih merata di seluruh Indonesia.

Sumber: Kompas.

Tags: Cuci DarahGagal GinjalKesehatanRSCM
christine natalia

christine natalia

Next Post
Gregoria Mariska Tunjung Raih Medali Perunggu Bulu Tangkis Tunggal Putri Olimpiade Paris 2024

Marin Mundur Karena Cedera, Gregoria Mariska Raih Medali Perunggu Bulu Tangkis Tunggal Putri Olimpiade Paris 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Connect with us

  • 138 Followers
  • 207k Subscribers
  • 23.9k Followers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ace Hardware Tutup di Indonesia

PT ACE Hardware Indonesia Resmi Ganti Nama, Fokus Kembangkan Bisnis Baru

5 September 2024
Guinea U23 Unggul 1-0 atas Timnas U23 Indonesia dalam Pertandingan Play-off Olimpiade Paris 2024! Sumber Liputan6.Guinea U23 Unggul 1-0 atas Timnas U23 Indonesia dalam Pertandingan Play-off Olimpiade Paris 2024! Sumber Liputan6.

Guinea U23 Kalahkan Timnas Indonesia dalam Pertandingan Play-off, Garuda Muda Tak Lolos Olimpiade Paris 2024!

10 Mei 2024
Salma Salsabil Dilamar Dimansyah Laitupa

Salma Salsabil Dilamar Dimansyah Laitupa: Kisah Cinta yang Bersemi di Dunia Musik

13 Januari 2025
Moderasi Beragama Mendamaikan Dunia

Membangun Jembatan Toleransi, Prof. Ngabalin Menekankan Pentingnya Moderasi Beragama untuk Mendamaikan Dunia

31 Oktober 2024
Semangat Kartini di Era AI, Perempuan Indonesia Tampil di Garis Depan Inovasi

Semangat Kartini Menguat di Era AI, Perempuan Indonesia Dorong Inovasi

0
Pengertian Skin Barrier

Mengenal Lebih Dekat: Pengertian Skin Barrier untuk Kecantikan Kulit

0
Mengenal Penyebab Jerawat di Pipi dan Cara Mengatasinya

Mengenal Penyebab Jerawat di Pipi dan Cara Mengatasinya

0
Tips dan Trik Efektif Perawatan Skin Barrier untuk Kulit Sehat

Tips dan Trik Efektif Perawatan Skin Barrier untuk Kulit Sehat

0
Semangat Kartini di Era AI, Perempuan Indonesia Tampil di Garis Depan Inovasi

Semangat Kartini Menguat di Era AI, Perempuan Indonesia Dorong Inovasi

21 April 2026
Di Balik Kanvas dan Kode, Perempuan Indonesia Kuasai Seni, Sains, dan AI

Renjani Nyrah Angkat Peran Perempuan di Persimpangan Seni, Sains, dan AI

21 April 2026
ESTHERA Rilis “Almost There”, Suara Perempuan Menguat Lewat Girl Group AI

ESTHERA Perkenalkan “Almost There”, Harmoni AI dan Suara Perempuan

21 April 2026
Kapolri dan Ketum Bhayangkari Resmi Lepas Kemala Run 2026

Kapolri dan Ketum Bhayangkari Resmi Lepas Kemala Run 2026, Tonggak Sport Tourism dan Kemanusiaan di Bali

19 April 2026

Recommended

Semangat Kartini di Era AI, Perempuan Indonesia Tampil di Garis Depan Inovasi

Semangat Kartini Menguat di Era AI, Perempuan Indonesia Dorong Inovasi

21 April 2026
Di Balik Kanvas dan Kode, Perempuan Indonesia Kuasai Seni, Sains, dan AI

Renjani Nyrah Angkat Peran Perempuan di Persimpangan Seni, Sains, dan AI

21 April 2026
ESTHERA Rilis “Almost There”, Suara Perempuan Menguat Lewat Girl Group AI

ESTHERA Perkenalkan “Almost There”, Harmoni AI dan Suara Perempuan

21 April 2026
Kapolri dan Ketum Bhayangkari Resmi Lepas Kemala Run 2026

Kapolri dan Ketum Bhayangkari Resmi Lepas Kemala Run 2026, Tonggak Sport Tourism dan Kemanusiaan di Bali

19 April 2026

About Us

We bring you the best Premium WordPress Themes that perfect for news, magazine, personal blog, etc. Check our landing page for details.

Read more

Categories

  • Entertainment
  • Jaga Negeri
  • Life Style
  • Woiwnews

Tags

AI Ali Mochtar Ngabalin aplikasi Silancar Artifintel Soundworks artis Badminton Baim Wong Erick Thohir Film indonesia Islam Israel jerawat Kakorlantas Polri kendaraan patroli Kesehatan Koralantas Polri Koralntas Korea Selatan Korlantas Korlantas Polri KPOP Kualifikasi Piala Dunia 2026 Luna Maya Mabes Polri Maxime Bouttier Moderasi Beragama Netflix operasi ketupat Operasi Ketupat 2026 Paula Verhoeven perawatan wajah Piala Dunia 2026! Pilkada Polri PPID PSSI Ramadhan Seleb Selebriti Sepak Bola Shin Tae-yong SILANCAR Skin barrier Timnas Indonesia

Recent News

Semangat Kartini di Era AI, Perempuan Indonesia Tampil di Garis Depan Inovasi

Semangat Kartini Menguat di Era AI, Perempuan Indonesia Dorong Inovasi

21 April 2026
Di Balik Kanvas dan Kode, Perempuan Indonesia Kuasai Seni, Sains, dan AI

Renjani Nyrah Angkat Peran Perempuan di Persimpangan Seni, Sains, dan AI

21 April 2026

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

No Result
View All Result
  • Home

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In