Dalam pengumuman tersebut, terlihat bahwa operator SPBU ternama seperti Shell Indonesia, BP-AKR, dan Vivo telah mengambil langkah untuk menaikkan harga BBM mereka. Meskipun demikian, Pertamina, sebagai perusahaan migas pelat merah negara, menunjukkan keputusan yang berbeda dengan tidak mengubah harga BBM-nya.
Menurut laman resmi Pertamina, harga Pertamax dan Pertamax Turbo tetap stabil di Rp12.950 dan Rp14.400 per liter secara berurutan, tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Begitu juga dengan jenis Dex Seriesnya, yakni Dexlite dan Pertamina Dex, yang masing-masing dijual dengan harga Rp14.550 dan Rp15.100 per liter. Harga Pertamax Green juga dipertahankan di level Rp13.900 per liter.
Baca juga: Jelang Pertandingan Bournemouth vs Swansea City di Piala FA
Sementara itu, Shell Indonesia, perusahaan migas asal Belanda, menaikkan harga BBM jenis Shell Super RON 92 menjadi Rp13.540 per liter, mengalami kenaikan Rp150 dari harga sebelumnya. Begitu juga dengan jenis Shell V-Power (RON 95) yang kini dibanderol Rp14.380 per liter atau naik Rp200, dan Shell V-Power Nitro+ (RON 98) dengan harga Rp14.630 per liter, mengalami kenaikan Rp160.
BP-AKR, perusahaan energi asal Inggris, juga ikut menaikkan harga BBM-nya. BBM jenis BP-92 atau setara Pertamax kini mengalami kenaikan harga sebesar Rp200 per liter, mencapai Rp13.400, sedangkan BP Ultimate atau RON 95 saat ini dibanderol Rp14.380 per liter, mengalami kenaikan Rp200, dan BP Diesel dipatok seharga Rp14.810 per liter, naik Rp180 dari bulan sebelumnya.
Meskipun beberapa operator SPBU melakukan penyesuaian harga, Pertamina menonjol sebagai satu-satunya perusahaan yang mempertahankan stabilitas harga BBM-nya. Keputusan ini dapat memberikan dampak positif dalam meredakan beban konsumen di tengah situasi ekonomi dan politik yang dinamis menjelang Pemilu.
Baca juga: Gal Gadot Beri Dukungan Kepada Israel
Sumber: Bloomberg Technoz