Kepala Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas) Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menurunkan teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) Drone Presisi untuk memantau pergerakan kendaraan secara langsung selama arus mudik dan arus balik Idulfitri 2026. Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian pengamanan dalam Operasi Ketupat 2026 yang digelar secara nasional.
Penerapan ETLE Drone dilakukan setelah melewati tahapan uji coba. Korlantas memastikan perangkat tersebut siap dioperasikan pada sejumlah titik yang dinilai rawan kepadatan dan perlambatan arus kendaraan. Area pengawasan meliputi ruas jalan tol, rest area, serta gerbang tol yang diprediksi mengalami lonjakan volume kendaraan saat puncak mudik dan balik Lebaran.
Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan, drone akan difokuskan pada simpul-simpul lalu lintas yang memiliki potensi kepadatan tinggi. Selain ruas tol utama, pengawasan juga mencakup kawasan Malang Raya dan Bali. Menurutnya, teknologi ini akan membantu petugas membaca situasi secara aktual sehingga pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Tidak hanya menghitung jumlah kendaraan, ETLE Drone juga memantau pola pergeseran arus dari udara. Dengan sudut pandang yang lebih luas, petugas dapat melihat distribusi kendaraan di jalur tol maupun di dalam rest area. Informasi tersebut menjadi dasar evaluasi untuk menentukan kebijakan lalu lintas, termasuk penerapan sistem ganjil genap apabila diperlukan.
Lebih jauh, Korlantas menyiapkan drone untuk mendukung rekayasa lalu lintas seperti contraflow, sistem satu arah (one way), hingga pengalihan arus. Seluruh data yang diperoleh akan terhubung dengan Command Center sehingga analisis dapat dilakukan secara terpadu. Dengan demikian, respons terhadap lonjakan kendaraan bisa dilakukan tanpa menunggu kondisi semakin padat.
Meski ETLE Drone memiliki kemampuan penegakan hukum berbasis bukti elektronik, Korlantas menegaskan bahwa dalam Operasi Ketupat 2026, perangkat tersebut difokuskan untuk fungsi pemantauan dan deteksi dini. Operasi ini dikategorikan sebagai operasi kemanusiaan yang mengedepankan pelayanan serta perlindungan kepada masyarakat.
Irjen Pol Agus menekankan bahwa teknologi hanyalah alat bantu. Keberhasilan pengamanan arus mudik dan balik tetap bergantung pada tingkat kepatuhan pengguna jalan. Ia mengingatkan para pemudik untuk menjaga disiplin, mematuhi rambu, serta mengikuti arahan petugas di lapangan. Dengan sikap tertib, risiko kecelakaan dan kemacetan dapat ditekan.
Pengawasan melalui ETLE Drone akan dilakukan secara mobile di sejumlah kilometer strategis. Titik-titik tersebut antara lain KM 29, KM 81, serta rentang KM 70 hingga KM 414 di ruas tol utama. Area tersebut selama ini dikenal sebagai jalur dengan intensitas kendaraan tinggi, terutama saat periode libur panjang.
Selain pemantauan udara, Korlantas tetap mengoptimalkan pengawasan melalui pusat kendali. Integrasi antara drone dan Command Center diharapkan mampu menghadirkan gambaran situasi secara real time. Petugas dapat segera menentukan langkah taktis apabila terjadi antrean panjang, kecelakaan, atau hambatan lainnya.
Korlantas juga menegaskan bahwa pengamanan tidak terbatas pada aspek kelancaran lalu lintas semata. Operasi Ketupat 2026 mencakup pengamanan seluruh rangkaian aktivitas masyarakat selama periode Idulfitri. Oleh karena itu, koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan nyaman.
Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol Agus mengajak seluruh elemen, mulai dari aparat, pemerintah daerah, pengelola jalan tol, hingga masyarakat, untuk bersinergi. Ia berharap suasana mudik dan arus balik dapat dijalani dengan tertib dan penuh kebersamaan. Menurutnya, keselamatan tidak hanya diukur dari keberangkatan, tetapi juga dari kepulangan yang aman dan kebahagiaan saat berkumpul bersama keluarga.
Dengan dukungan ETLE Drone Presisi, Korlantas berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang lalu lintas. Pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian dari transformasi digital Polri dalam merespons dinamika mobilitas masyarakat yang terus berkembang. Namun demikian, komitmen untuk mengedepankan pendekatan humanis tetap menjadi prioritas utama dalam Operasi Ketupat 2026.
Seiring meningkatnya pergerakan kendaraan menjelang Lebaran, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan matang. Pengemudi disarankan memeriksa kondisi kendaraan, menjaga kesehatan, serta memanfaatkan informasi resmi yang disampaikan melalui kanal Korlantas. Dengan persiapan yang baik dan kepatuhan terhadap aturan, arus mudik dan balik diharapkan berjalan lancar.
Kehadiran ETLE Drone dalam Operasi Ketupat 2026 menjadi salah satu inovasi penting dalam manajemen lalu lintas nasional. Melalui pemantauan berbasis udara dan data real time, Korlantas berupaya memastikan kebijakan rekayasa lalu lintas dapat diterapkan secara terukur. Pada akhirnya, tujuan utama tetap sama, yakni menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama momentum Idulfitri.














