Pada seri ketiga ini, Indonesia Padel Team mengirim sejumlah atlet berkualitas ke Vietnam. Tim ini terdiri dari Beatrice Gumulya, Sandy Gumulya, Karyn Emeralda, Ni Nyoman Sri Maryati, Mario Y Prayanto, Neils Koesoemahadi, dan Panji Untung Setiawan. Mario Y Prayanto dan Neils Koesoemahadi mengisi kategori Male Double, sementara Beatrice Gumulya dan Sandy Gumulya, serta Karyn Emeralda dan Ni Nyoman Sri Maryati, bertarung dalam kategori Female Double. Sementara itu, di kategori Mix Double, terdapat pasangan seperti Mario Y Prayanto dan Ni Nyoman Sri Maryati, Neils Koesoemahadi dan Karyn Emeralda, serta Beatrice Gumulya dan Panji Untung Setiawan.
Dalam kategori Female Double, Indonesia Padel Team menunjukkan performa yang mengesankan dengan meraih peringkat kedua setelah berhadapan dengan pasangan Jepang, Rio Yamada dan Erika Ogawa, dalam pertandingan final. Sedangkan dalam kategori Mix Double, pasangan Beatrice Gumulya dan Panji Untung Setiawan harus puas dengan posisi runner-up setelah dikalahkan oleh pasangan Filipina, Joseph Serra dan Jessica Agra. Namun, prestasi gemilang diraih dalam kategori Mix Double Consolation, di mana pasangan Indonesia Padel Team, Neils Koesoemahadi dan Karyn Emeralda, berhasil meraih gelar juara setelah mengalahkan lawan-lawannya.
Ketua Umum PBPI, Galih Dimuntur Kartasasmita, menyampaikan komitmennya untuk terus memperkenalkan dan mengembangkan olahraga padel di Indonesia. Upaya ini bertujuan untuk memberikan lebih banyak pengakuan dan kesempatan bagi atlet padel Indonesia untuk bersinar di panggung internasional.
“Hasil ini cukup memuaskan setelah secara intens kami berlatih kurang lebih dua minggu di bawah asuhan pelatih luar negeri,” kata Galih, mengungkapkan kebanggaannya. Tim padel Indonesia kini fokus untuk melanjutkan pencapaian gemilang mereka dalam seri keempat dan kelima yang akan digelar pada bulan April di Hong Kong dan China. Meskipun tanggal pasti belum dikonfirmasi, namun Indonesia Padel Team siap berjuang dengan persiapan yang matang.
“Saya akan berkomitmen untuk terus melakukan percepatan program pengembangan atlet-atlet padel Indonesia yang bisa berada di level dunia,” ujar Galih dengan penuh semangat. “Saya optimis meskipun olahraga ini baru masuk ke Indonesia dalam satu tahun terakhir,” tambahnya.
Olahraga padel telah resmi diakui dan dimasukkan ke dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), menandakan perkembangan yang positif dalam dunia olahraga tanah air. Di Asia Tenggara, kekuatan padel untuk kategori Male Double dikuasai oleh Filipina, sementara untuk kategori Female masih menjadi kebanggaan Indonesia. Sementara itu, dominasi Jepang dalam kategori Female Double di Asia memberikan inspirasi bagi perkembangan olahraga ini di Indonesia.
Dengan prestasi cemerlang yang telah diraih dan komitmen yang kuat dari pihak terkait, Indonesia semakin menunjukkan potensinya sebagai kekuatan baru dalam dunia padel internasional.
Baca juga: Eksklusif! Lucas Siap Guncang Dunia dengan Debut Solo!
Sumber: Kompas.